home

PALESTINA TERKINI

Terjemah

MALAM PERTAMA KELABU (Bab 4)



 Sebagaimana pasangan yang baru menikah malam pertama adalah malam yang paling indah, tapi tidak seindah yang dialami Rakyato dan Rakyati. Mereka memang pasangan yang baru tadi pagi menjalani prosesi pernikahan. Rencana untuk menempati rumah kontrakan milik ayah Rakyati yang sudah sebulan  ditinggal penghuninya terlaksana kini. Rumah itu adalah hadiah pernikahan dari mertua Rakyato, lumayan besar untuk mereka berdua dengan dua kamar tidur,  halaman depan  yang luas serta  belakang rumah yang masih kosong.
Hujan yang turun sejak siang menjelang sore tadi membuat kali ciliwung yang tepat berada disamping rumah mereka perlahan tapi pasti beranjak ke permukaan merambah tembok samping rumah pasangan baru ini. Dalam hitungan jam saja air sudah memasuki pintu rumah mereka. Apalagi ada informasi akan terjadi banjir kiriman  dari  Bogor sekitar 4 jam kedepan. Kali Ciliwung yang bening saat usia mereka masih satuan kini diusia kepala dua tidak terlihat lagi ikan-ikan berkelok-kelok di pinggir kali karena alam yang masih asri belum tercemar tapi sekarang tak ada lagi ikan yang terlihat dari pinggir sungai ciliwung mungkin sudah mati terkena limbah pabrik yang hitam pekat dan beracun ditambah lagi segunung tumpukan sampah dan bau yang menyengat dari balik sampah-sampah itu.
Jam 11 tengah malam. Listrik padam membangunkan warga yang tengah tidur lelap.
“Ya Allah, … air sudah sampai sebetis …” Ujar Rakyato kaget luar biasa. melihat air tengah mengepung rumah mereka.
“Ayo mengungsi … !“ teriaknya membangunkan Rakyati.
“Ada apa mas … “ Tanya Rakyati heran.
“Ayo cepat keluar sebelum air ini menenggelamkan kita…!”  Jawab Rakyato tegas.
“Apa yang harus kita bawa mas …?” Seru Rakyati panik.
“Lupakan saja semua kecuali selamatkan jiwa kita…, cepat …”.
“Baik mas, …”
“Alhamdulillah… kami terhindar dari air itu walau pintu rumah sudah tak tampak lagi…” Rakyato membatin penuh kesyukuran menyaksikan air setinggi pintu hampir menyentuh langit-langit rumah.
Para warga yang rumahnya terendam air sudah memadati alun-alun atau lapangan yang terletak diatas permukaan air. Banjir tahun ini dirasakan banjir yang sangat  besar sejak 15 tahun yang lalu, itupun tidak membuat rumah warga yang terletak dipinggir kali tersentuh air. Tapi kali ini air bukan saja tidak menyentuh rumah warga bahkan menenggelamkan puluhan rumah termasuk rumah Rakyato.

Sesungguhnya Amal Itu Tergantung Niatnya
BAb 4b
Futurerizky adalah salah satu sahabat Rakyato yang menikah tanpa pacaran. Tetapi niat awal Futurerizky menikah bukan untuk ibadah tapi karena ia melihat paras cantik remaji masjid yang selalu ada dalam mimpi-mimpinya.
Mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang sehat dan cantik. Tapi ditengah perjalan mahligai rumah tangganya Futurerizky tergoda kembali oleh seorang gadis yang tergila-gila olehnya yang saat itu sedang beranjak keadaan ekonomi perdagangannya. Si gadis tanpa rasa malu mendekatinya sampai akhirnya Futurerizky melupakan anak yang sedang tumbuh sehat dan pandai serta mulai membenci istrinya yang sering sakit-sakitan.
Perlahan tapi pasti kian hari kelakuan Futurerizky bertambah jauh dari perintah Allah SWT. dan sunnah Rosul-Nya. Ia bukan lagi sosok seorang ayah yang dahulu penuh cinta kasih, ia mulai berubah kearah sosok ayah yang cepat emosi. Tak jarang tangannya yang keras itu selalu mendarat di wajah istrinya padahal hanya kesalahan sedikit saja.
Tapi walaupun Futurerizky telah banyak berubah namun sang istri tetap setia dan taat pada perintah suami karena ia faham betul keridhoan Allah SWT, terletak pada keridhoan suaminya. Futurerizky sudah sebulan, dua bulan bahkan lebih dari setengah tahun tidak menafkahi lahir bathin kepada sang istri.
Sang istri yang sering sakit-sakitan kini harus dilarikan ke Rumahsakit karena sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh bahkan bertambah parah. Walau demikian Futurerizky tetap saja tidak menampakkan batang hidungnya. Sudah terlalu lama dan seringnya bolak balik Rumahsakit akhirnya sang istri memutuskan untuk dirawat dirumah saja.
Tepat Jum’at ba’da sholat shubuh sang istri kelihatan sehat dan mampu membuatkan secangkir teh untuk ibunya yang setia merawatnya selama ini. Buah hatinya masih tertidur lelap dikamar kecil berukuran 2x2 meter. Ternyata hari itu adalah hari terakhir ia melihat wajah si kecil yang cantik dan pandai. Ia merebahkan kepalanya diatas pangkuan ibunya sambil bercerita tentang masa depan untuk sang anak tanpa mempedulikan suaminya yang tak peduli lagi.
Ibu setengah baya yang sedang membelai rambut anaknya itu tidak menyadari malaikat maut sedang melakukan tugasnya tanpa mendahului waktu yang telah ditentukan Allah SWT.  apalagi menunda-nunda walau sedetikpun.
Malaikat maut telah mencabut nyawanya dengan penuh kelembutan dan pada hari, jam dan detik yang telah ditakdirkan ia telah meninggalkan orang-orang yang disayanginya dengan senyuman kegembiraan seakan-akan gambaran syurga sedang diperlihatkan Allah SWT. bagi hamba-Nya yang tabah ini.
Walaupun demikian Futurerizky tetap saja mencari-cari sisa harta atau mas kawin yang masih tersimpan peninggalan almarhumah untuk ia serahkan kepada gadis selingkuhannya itu. Sungguh Futurerizky manusia tidak punya hati nurani lagi, ia menari-nari diatas penderitaan istrinya sendiri. Semoga Allah SWT. menunjuki akhir hidupnya. Amin.

Keindahan Duniawi
Bab 4c
            Amil adalah pemuda seangkatan Rakyato yang menikah tanpa pacaran juga. Ia adalah seorang pekerja keras. Semua jenis pekerjaan dilakukannya tanpa rasa malu walau menjadi petugas kebersihan atau juru bersih-bersih. Baginya bekerja adalah ibadah. Makanya dengan kegigihan ia bekerja membuat hidupnya lumayan cukup. Kendaraan telah dimilikinya walaupun sepeda motornya ketinggalan zaman. Alat komunikasi atau Handphone juga keluaran terbaru sepuluh tahun yang lalu. Meski demikian semua harta yang dimilikinya tidak pernah ia pamerkan kepada orang lain. Hidupnya tetap sederhana dan bersahaja. Walaupun ia seorang yatim piatu tetapi ia selalu mendo’akan kedua orang tuanya usai sholat lima waktu dan sholat-sholat sunnah lainnya.
            Istrinya adalah seorang akhwat jebolan remaji masjid yang telah membinanya menjadi seorang muslimah taat beribadah. Tetapi lingkungan ia tinggal atau saudara-saudaranya tidak henti-hentinya menghasud agar ia hidup lebih meningkat lagi perekonomiannya. Begitu pula kedua orang tuanya yang Islam KTP selalu mendorongnya agar suaminya bekerja lebih giat lagi demi mendapatkan kesenangan duniawi sebab mertuannya itu malu jika punya menantu sekedar golongan menengah apalagi golongan bawah.
            “Mas Amil sayang… bagaimana pekerjaannya hari ini ? istri kamil bertanya seperti biasa.
            “Alhamdulillah dik… mas mendapat untung perdagangan 5 % cukup untuk mengembangkan usaha “
            “Mas tidak ingin usaha lain yang lebih banyak untungnya ?, seperti melamar jadi PNS atau usaha apa saja yang penting untungnya banyak … ?
            “ Astaghfirulloh… maafkan mas ya dik jika sampai detik ini usaha perdagangan mas cuma cukup untuk makan sebulan saja…”
            “Aku mulai malu mas atas desakan keluargaku dan kedua orang tua yang selalu menanyakan hal ini kerap kali aku bersilaturrahmi kesana “
            “Maafkan mas dik … semua ini salah mas “
            “Mereka memberi batas waktu setahun jika usaha mas keuntungannya tidak signifikan maka aku akan dijodohkan oleh kenalan ayahku pengusaha sukses dari negeri Jiran…”
            Amil terpaku diam seribu bahasa, bagai petir menyambar disiang bolong sang istri yang dulu dikenalnya rajin ibadah sekarang sudah mulai berubah menjadi seorang yang penuh perhitungan terhadap harta kekayaan dunia. Ia tidak menyadari bahwa harta yang dimilikinya sekarang lebih baik jika dibanding mereka yang masih hidup dibawah garis kemiskinan. Betapa banyak orang yang untuk makan satu hari saja sangat sulitnya. Semoga Allah SWT. memberikan kesabaran untuk Amil dalam menghadapi perubahan istrinya.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Posting Komentar

Posted by Indonesi on 21 April 2015

Follow by Email and Facebook

<"http://www6.cbox.ws/box/?boxid=685322&boxtag=87eh9b&sec=main">
Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di Tamu 1 x 24 jam harap lapor !!! KLIK DISINI