home

PALESTINA TERKINI

Terjemah

OH … KAMPUSKU… (BAB 24)



 Hampir saja Indonesi jika tidak ada dasar pemahaman agama yang ditimbanya dari pesantren dan sekolahnya yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai religius mungkin ia telah bergabung pada kelompok yang visi dan misinya mengatakan bahwa agama hanya untuk warga negara bukan negara, agama  hanya berada di tempat-tempat ibadah bukan pada sendi dan lini kehidupan

Sekembalinya dari Pesantren (tiga tahun Sekolah Tsanawiyah, tiga tahun Aliyah dan empat tahun kini bergelut di kampus).  Tidak terbayangkan oleh Indonesi (setelah lulus aliyah sekitar  tahun yang ke 17 berarti hafalan Al Qur’annya sudah mencapai 15 juz minus juz 30, 29, 28 dan 27 )  bisa masuk Universitas mengambil jurusan Psikologi. Padahal untuk masuk pesantren saja harus pakai surat pengantar tidak mampu dari RT sampai kelurahan. Dukungan keluarga besar dari pihak ayah (almarhum Rakyato) yang kondisinya pas-pasan, walau keluarga dari pihak ibu (Rakyati) tidak peduli dengan nasib Indonesi (keponakannya) karena mereka telah disibukan dengan urasan masing-masing yaitu saling memperebutkan harta warisan kecuali Rakyati yang tetap tawadhu sebab ia yakin bahwa Allah SWT. Maha Adil dan tak akan membiarkan hambanya yang terzolimi.
Di kampus ia ikut kegiatan Kerohanian Islam (ROHIS KAMPUS) yang mewadahi mahasiswa Islam untuk memperdalam wawasan tentang dunia Islam terkini disamping sebuah organisasi yang menampung mahasiswa jurusan Psikologi dengan memperdalam teori ilmu Psikologi Umum untuk dibandingkan dengan perkembangan Psikologi Islami yang mulai pesat berkembang. ROHIS di kampusnya bukan sekedar memperdalam ilmu keislaman tetapi juga terlibat aktif kegiatan-kegiatan sosial bahkan demo-demo untuk tegaknya perundang-undangan yang sesuai dengan syariat Islam.
Di kampus ini pula ia mempelajari berbagai macam teori yang dibuat oleh manusia melalui penelitian-penelitian ilmiah. Mahasiswa yang ribuan jumlahnya ternyata mereka berkumpul menurut pengalaman dan pemahaman pada suatu komunitas. Ada yang berkelompok pada komunitas pecinta alam, komunitas sport, komunitas pers kampus, komunitas bahasa, dan lain sebagainya.Hampir saja Indonesi jika tidak ada dasar pemahaman agama yang ditimbanya dari pesantren dan sekolahnya yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai religius mungkin ia telah bergabung pada kelompok yang visi dan misinya mengatakan bahwa agama hanya untuk warga negara bukan negara, agama  hanya berada di tempat-tempat ibadah bukan pada sendi dan lini kehidupan. Sebuah pemahaman sekuler yang sangat berbahaya bagi dirinya kelak di akhirat karena tidak yakin adanya sang Pencipta Yang kelak akan membalas semua amal manusia dari perkara yang sekecil-kecilnya tanpa luput sedikitpun. Sebuah rizki dan pertolongan dari Allah SWT. kepada seorang yang bernama Indonesi sehingga ia terhindar dari pemhaman yang sekuler juga pemahaman Islam yang menyimpang dari Qur’an dan Sunnah.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Posting Komentar

Posted by Indonesi on 21 April 2015

Follow by Email and Facebook

<"http://www6.cbox.ws/box/?boxid=685322&boxtag=87eh9b&sec=main">
Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di Tamu 1 x 24 jam harap lapor !!! KLIK DISINI