home

PALESTINA TERKINI

Terjemah

MASA DUKA CITA (Bab 19)

    

         Diusia Indonesi genap 10 tahun, ayahnya Rakyato jatuh sakit. Gagal ginjal, darah rendah, dan liver menyerang badan Rakyato yang lemah berbaring ditempat tidurnya sejak sebulan yang lalu. Berbagai obat nature telah dicobanya tapi penyakitnya belum menunjukkan peningkatan kearah sehat, badannya semakin kurus kering. Keterbatasan biaya membuatnya tidak dapat pergi kerumah sakit bahkan hanya sekedar membeli obat generik. Pada puncaknya hari Jum’at rasa sakit sudah tak tertahan lagi dirasakannya bahkan sudah tak sadarkan diri sejak tiga hari yang lalu. Ternyata hari itu adalah hari terakhir Rakyato melihat anaknya Indonesi itupun dengan pandangan remang-remang, tak sepatah katapun bisa keluar lagi dari mulutnya  karena sudah amat lemasnya, tak ada tenaga yang tersisa walau secuilpun sejak kemarin lusa  karena tak ada lagi asupan yang dapat dikonsumsi lambungnya yang sudah kemarin berhenti bekerja, mungkin ia sedang mengalami sakaratul maut. Rasa sakit atau gambaran syurgakah yang sedang dialaminya kini bersama sang malaikat pencabut nyawa?
Selang beberapa bulan giliran sang nenek menyusul kembali ke Rahmat Allah SWT. Nenek yang telah lama mengasuh Rakyatopun tak luput dari sakaratul maut. Ia mengalami dehidrasi sehabis lebih dari tiga hari diare yang terus menerus walau sempat berhenti sehari saja. Cairan yang keluar dari tubuhnya memaksa dokter memasang infuse lewat tangannya.
        Rasa sedih yang mendalam menggelayuti Indonesi disetiap nafasnya sampai waktu yang menjawab bahwa tak pantas bersedih berkepanjangan karena waktu jualah yang akan mengatakan hakikat semua manusia akan kembali ke pangkuan Ilahi cepat atau lambat.
            Kini Indonesi menjadi seorang Yatim. Kepergian ayahnya memaksa ia bersikap mandiri. Demi mencari sesuap nasi dan mengurus adik serta ibunya ia berkeliling menjual pisang goreng yang dijajakannya dari pintu ke pintu disepanjang jalan menuju sekolahan tempat mangkalnya. Dari pagi hari ba’da shubuh dan pulang menjelang dzhuhur terkadang habis terjual daganngannya dan tak jarang hanya laku sebagian saja bahkan nyaris tak terbeli.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Posting Komentar

Posted by Indonesi on 21 April 2015

Follow by Email and Facebook

<"http://www6.cbox.ws/box/?boxid=685322&boxtag=87eh9b&sec=main">
Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di Tamu 1 x 24 jam harap lapor !!! KLIK DISINI