home

PALESTINA TERKINI

Terjemah

Keindahan duniawi (Bab 4c)



 Begitu pula kedua orang tuanya yang Islam KTP selalu mendorongnya agar suaminya bekerja lebih giat lagi demi mendapatkan kesenangan duniawi sebab mertuannya itu malu jika punya menantu sekedar golongan menengah apalagi golongan bawah.


            Amil adalah pemuda seangkatan Rakyato yang menikah tanpa pacaran. Ia adalah seorang pekerja keras. Semua jenis pekerjaan dilakukannya tanpa rasa malu walau menjadi petugas kebersihan atau juru bersih-bersih. Baginya bekerja adalah ibadah. Makanya dengan kegigihan ia bekerja membuat hidupnya lumayan cukup. Kendaraan telah dimilikinya walaupun sepeda motor lima tahun ketinggalan zaman. Alat komunikasi atau Handphone juga keluaran terbaru tiga tahun yang lalu. Meski demikian semua harta yang dimilikinya tidak pernah ia pamerkan kepada orang lain. Hidupnya tetap sederhana dan bersahaja. Walaupun ia seorang yatim piatu tetapi ia selalu mendo’akan kedua orang tuanya usai sholat lima waktu dan sholat-sholat sunnah lainnya.
            Istrinya adalah seorang akhwat jebolan remaji masjid yang telah membinanya menjadi seorang muslimah taat beribadah. Tetapi lingkungan ia tinggal atau saudara-saudaranya tidak henti-hentinya menghasud agar ia hidup lebih meningkat lagi perekonomiannya. Begitu pula kedua orang tuanya yang Islam KTP selalu mendorongnya agar suaminya bekerja lebih giat lagi demi mendapatkan kesenangan duniawi sebab mertuannya itu malu jika punya menantu sekedar golongan menengah apalagi golongan bawah.
            “Mas Amil sayang… bagaimana pekerjaannya hari ini ? istri kamil bertanya seperti biasa.
            “Alhamdulillah dik… mas mendapat untung perdagangan 5 % cukup untuk mengembangkan usaha “
            “Mas tidak ingin usaha lain yang lebih banyak untungnya ?, seperti melamar jadi PNS atau usaha apa saja yang penting untungnya banyak … ?
            “Astaghfirulloh… maafkan mas ya dik jika sampai detik ini usaha perdagangan mas cuma cukup untuk makan sebulan saja…”
            “Aku mulai malu mas atas desakan keluargaku dan kedua orang tua yang selalu menanyakan hal ini kerap kali aku bersilaturrahmi kesana “
            “Maafkan mas dik … semua ini salah mas “
            “Mereka memberi batas waktu setahun jika usaha mas keuntungannya tidak signifikan maka aku akan dijodohkan oleh kenalan ayahku pengusaha sukses dari negeri Jiran…”
            Amil terpaku diam seribu bahasa, bagai petir menyambar disiang bolong sang istri yang dulu dikenalnya rajin ibadah sekarang sudah mulai berubah menjadi seorang yang penuh perhitungan terhadap harta kekayaan dunia. Ia tidak menyadari bahwa harta yang dimilikinya sekarang lebih baik jika dibanding mereka yang masih hidup dibawah garis kemiskinan. Betapa banyak orang yang untuk makan satu hari saja sangat sulitnya. Semoga Allah SWT. memberikan kesabaran untuk Amil dalam menghadapi perubahan istrinya.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Posting Komentar

Posted by Indonesi on 21 April 2015

Follow by Email and Facebook

<"http://www6.cbox.ws/box/?boxid=685322&boxtag=87eh9b&sec=main">
Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di Tamu 1 x 24 jam harap lapor !!! KLIK DISINI