home

PALESTINA TERKINI

Terjemah

NAMA ADALAH DO’A (Bab 1)

Malam menjelang shubuh lahirlah seorang bayi mungil yang diberi nama “Indonesi” (tanpa akhiran “a”) Al-Condeti. Lengkap namanya adalah Indonesi Al-Condeti bin Abdurrahman Rakyato. 

    

        Pasangan Kakek Nenek ini buta huruf,  tapi tidak buta mata hati, kemiskinan di zaman penjajahan tidak membuat mereka buta hati, mereka tetap taat menjalankan ibadah. Suatu saat mereka mendengar  bacaan tilawah Pak Ustadz dengan lagu jawabul jawab bak qori Muammar ZA. Q.S. Al Bainah pada ayat Innalaziina kafaruu min ahlil kitaabi wal musyrikiina fii naari jahannam… Nafasnya tidak sampai dan diulangnya bacaan dari walmusrikina lagi lagi pada kata jahannam Pak Ustadz harus berhenti lagi bacaannya, karena kata-kata jahannam sering diulang-ulang maka kata itu pula yang teringat kuat di benak kakek nenek- serentak saja mereka hafalkan kata “jahannam” untuk dijadikan nama bagi cucunya yang akan lahir akhir bulan ini.
Hari H bayi yang baru lahir itupun langsung diberi nama Jahannam. Selang beberapa minggu bayi itu yang sedang digendong ibunya sambil bernyanyi. Sang Ustadz terkejut bukan kepalang mendengar nyanyian merdu itu.
 “Sayang…,  sayang….,  anakku Jahanam” nyanyian merdu sang Ibu.
“Astaghfirullohal adziim…, Ibu memanggil anak itu dengan Jahannam ?!” Tanya Ustadz penuh kaget bagai disambar petir disiang bolong.
“Benar Ustadz…,  memangnya kenapa? Kan Pak Ustadz sendiri yang menyuruh memberikan nama diambil dari Al Qur’an? Tanya sang Ibu tanpa merasa berdosa.
“Benar Ibu,… tapi yang baik-baik saja seperti Abdulrahman, Abdulrohim, dan sebagainya,… makanya Ibu kalau mengaji  jangan mengantuk, mungkin saat saya jelaskan  itu Ibu hanya memahami setengahnya. Yang saya maksud bukan Jahannam, karena Ibu mengantuk jadi yang terdengar kalimat samar-samar adalah “Jahannama”, benarkah… ?”
“Ya benar….maaf Pak Ustadz sebab saat itu saya kekennyangan, ditambah angin sepoi-sepoi dari balik bilik menerpa mata saya terus-menerus, bagaimana Pak Ustadz sebagai rakyat Indonesia saya mengganti nama anak ini menjadi “Abdulrohman Rakyato”.
“Yah sudah yang penting nama anak ibu sekarang sudah baik dan benar…”
“Terima kasih Pak Ustadz …”

“Sama sama…”
Comments
0 Comments

Posting Komentar

Posted by Indonesi on 21 April 2015

Follow by Email and Facebook

<"http://www6.cbox.ws/box/?boxid=685322&boxtag=87eh9b&sec=main">
Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di Tamu 1 x 24 jam harap lapor !!! KLIK DISINI