home

PALESTINA TERKINI

Terjemah

MENIKAH TANPA PACARAN (Bab 2)


Proses perjodohan sang ketua masjid At taqwa dikampung salak itu memang tidak lazim.  Calon  mempelai pria yang telah terbina di pengajian remaja masjid dan telah layak mempunyai pasangan hidup dalam prosesnya  untuk menikah harus mengisi formulir layaknya mendaftar CPNS saja.


Wanita yang baik mendapat pasangan yang baik, begitu pula  dengan laki-laki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik pula karena sudah disebutkan dalam Al Qur’an bahwa Allah SWT. menciptakan manusia berpasang-pasangan.

Orang tua Rakyato dan orang tua Rakyati sudah lama saling mengenal. Merekapun sangat hafal sikap dan karekter anak masing-masing. Bukan hanya nama yang hamper sama yaitu Rakyato dan Rakyati, tetapi kepribadian dan akhlaq mulia mereka hamper mirip walaupun usia Rakyati 10 tahun lebih tua dari calon suaminya. Calon kedua mempelai ini sangat memfokuskan kriteria “agama” bagi pasangan masing-masing. Rakyati adalah pemudi yang lahir dari keluarga yang kaya sedangkan Rakyato sebaliknya miskin papa tetapi tetap jujur, rajin berusaha dan sangat berhati-hati terhadap usaha yang samar-samar apalagi yang haram. Hasil usaha Rakyato hanya cukup untuk makan keluarga besarnya walau terkadang harus berpuasa karena tidak ada makanan satu sampai dua hari tetapi keluarga ini pantang meminta-minta apalagi berhutang. Rakyati sendiri meski kaya tetapi ia tidak ingin menggantungkan hidup kepada keluarganya. Ia tetap beruasaha atau mengajar ilmu baca Al Qur’an  atau Iqro yang dikuasainya tanpa memungut bayaran sedikitpun dirumahnya, tetapi dengan terpaksa dia menabung hasil gaji yang didapatinya dari lembaga Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) dekat rumahnya.
Menjelang pernikahan Rakyato dan Rakyati, banyak orang mencibir bahwa pernikahan mereka tidak akan harmonis karena tidak layak orang kaya menikah dengan orang miskin seperti dalam cerita “Romeo and Juliet”. Tapi dalam kenyataannya setelah melalui jalan yang berliku untuk mencapai sebuah mahligai rumah tangga justru banyak hal yang tidak dilakukan Romeo and Juliet, dilakukan oleh Rakyato dan Rakyati.
Rakyato pemuda aktif di masjid At taqwa yang didalamnya banyak kegiatan remaja masjid, khususnya pengajian yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad bin Abu Bakar yang sudah lanjut usia, lumpuh tapi tidak pernah meninggalkan sholat berjama’ah di masjid miliknya. Pengajian masjid itu bukan hanya didominasi oleh remaja putra tapi dibantu oleh istri pak ustadz pengajian remaja putri tak kalah aktifnya. Kedua jenis pengajian itu tidak pernah bersatu karena beda waktu dan pelaksanaanya apalagi ketika membahas masalah haid bagi remaja putri. Para Remaja putra dan putri sudah sangat mengetahui bahwa pak ustadz beserta istrinya adalah sepasang manusia jebolan pengajian remaja masjid At taqwa yang kala itu dipimpin sang kakek bernama Abu Bakar bin Muhammad.
Proses perjodohan sang ketua masjid At taqwa dikampung salak itu memang tidak lazim.  Calon  mempelai pria yang telah terbina di pengajian remaja masjid dan telah layak mempunyai pasangan hidup dalam prosesnya  untuk menikah harus mengisi formulir layaknya mendaftar CPNS saja. Begitu pula dengan calon mempelai wanita sama persyaratannya seperti calon mempelai pria. Dalam beberapa lembar formulir yang diserahkan terdapat kriteria-kriteria memilih pasangan dengan indikator pertama agama, kedua paras wajah, ketiga harta dan keempat nasab, untuk lebih jelasnya satu baris diatas kriteria berbunyi kalimat sebagai berikut “Menurut  anda empat kriteria dibawah ini, nomor berapa yang anda pilih ?” :


1
Agama
Cantik/ganteng
Kaya
Keterunan baik
2
Agama
Cantik/ganteng
Kaya
Keterunan kurang baik
3
Agama
Cantik/ganteng
Kaya
Keterunan tidak baik
4
Agama
Cantik/ganteng
menengah
Keterunan baik
5
Agama
Cantik/ganteng
menengah
Keterunan kurang baik
6
Agama
Cantik/ganteng
menengah
Keterunan tidak baik
7
Agama
Cantik/ganteng
miskin
Keterunan baik
8
Agama
Cantik/ganteng
miskin
Keterunan kurang baik
9
Agama
Cantik/ganteng
miskin
Keterunan tidak baik
10
Agama
kurang Cantik/ganteng
Kaya
Keterunan baik
11
Agama
kurang Cantik/ganteng
Kaya
Keterunan kurang baik
12
Agama
kurang Cantik/ganteng
Kaya
Keterunan tidak baik
13
Agama
kurang Cantik/ganteng
menengah
Keterunan baik
14
Agama
kurang Cantik/ganteng
menengah
Keterunan kurang baik
15
Agama
kurang Cantik/ganteng
menengah
Keterunan tidak baik
16
Agama
kurang Cantik/ganteng
miskin
Keterunan baik
17
Agama
kurang Cantik/ganteng
miskin
Keterunan kurang baik
18
Agama
kurang Cantik/ganteng
miskin
Keterunan tidak baik
19
Agama
buruk rupa
Kaya
Keterunan baik
20
Agama
buruk rupa
Kaya
Keterunan kurang baik
21
Agama
buruk rupa
Kaya
Keterunan tidak baik
22
Agama
buruk rupa
menengah
Keterunan baik
23
Agama
buruk rupa
menengah
Keterunan kurang baik
24
Agama
buruk rupa
menengah
Keterunan tidak baik
25
Agama
buruk rupa
miskin
Keterunan baik
26
Agama
buruk rupa
miskin
Keterunan kurang baik
27
Agama
buruk rupa
miskin
Keterunan tidak baik

Setelah kedua calon mempelai menyepakati formulir yang telah mereka baca dan isi maka dilanjutkan dengan forum yang disebut dengan forum ta’aruf yaitu forum dimana kedua calon suami istri dipertemukan dengan didampingi ustazd dipihak laki-laki dan ustadzah mendampingi dipihak perempuan. Dalam forum itu pertemuan dibuka oleh ustadz sebagai kata pengantar dan dilanjuti dengan sessi tanya jawab yang materinya bersumber dari formulir yang telah diajukan sebagai penguat dari bentuk pertanyaan tulisan ke bentuk pertanyaan lisan dan memperteguh tekad kedua belah fihak serta memperlancar langkah kemasa depan dalam mengarungi bahtera rumah tangga kelak.
Alhasil, tanpa mengulur-ulur waktu apalagi menurut agama agar menyegerakan nikah bagi pasangan yang sudah bersepakat (sekufu) disamping banyak pula pada tahap ini pasangan yang tidak bersepakat alias batal menuju pernikahan. Alhamdulillah Rakyato dan Rakyati telah mencapai konsensus dalam sidang tersebut. Dalam nasihat ustadz Muhammad bin Abu Bakar sekaligus menutup acara itu mengatakan bahwa menikah adalah sebagian atau setengah dari kesempurnaan beragama, dapat menundukan pandangan mata, memelihara kemaluan serta merasa tentram dengan pasangannya.
Lebih lanjut ustadz Muhammad bin Abu Bakar menjelaskan mengenai hal-hal yang mesti dipersiapkan menjelang pernikahan diantaranya adanya dua calon mempelai, wali dari calon mempelai wanita, mahar yang disiapkan dari calon mempelai pria, serta saksi-saksi dari kedua belah pihak.
Ada kegalauan Rakyato untuk memberikan mahar kepada Rakyati. Setelah ia mendengar suatu ceramah berapa mahar yang diberikan dalam suatu riwayat Rosulullah SAW memberikan 100 ekor unta dalam pernikahan beliau. Tapi dalam riwayat lain seorang wanita yang telah tergambar kesholehannya ketika ia menerima dengan lapang dada berapapun mahar yang diberikan calon suami (yang telah diketahuinya jujur dan mau bekerja apa saja yang halal) walau hanya dengan  sebuah cincin besi atau seng. Dalam   riwayat lain ada seorang sahabat Nabi SAW yang memberikan mahar dengan membaca BASMALAH saja karena ketiadaan harta yang dimilikinya.
Comments
0 Comments

Posting Komentar

Posted by Indonesi on 21 April 2015

Follow by Email and Facebook

<"http://www6.cbox.ws/box/?boxid=685322&boxtag=87eh9b&sec=main">
Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di Tamu 1 x 24 jam harap lapor !!! KLIK DISINI