home

PALESTINA TERKINI

Terjemah

SEPASANG MATA BERTEBARAN (Bab. 10)



Pak Kasek (kepala sekolah) beserta jajarannya terus berusaha bersikap proporsional terhadap semua masalah terutama masalah-masalah yang sangat penting maka urusannya membutuhkan pembahasan dan waktu yang lebih banyak dibanding masalah sepele. Sebut saja Paul siswa kelas 4 yang tidak bisa duduk diam didalam kelas (Hyperactive) maka perhatian lebih besar diberikan kepadanya dibanding tugas atau home work bagi siswa yang lain, sebaliknya bagi siswa yang bernama Indonesi maka mesti diberikan tugas lebih banyak daripada perhatian ( bukan tidak diperhatikan) karena dianggap Indonesi sudah mandiri. Tidak ada pembeda antara murid-murid. Semua mereka sama dihadapan para guru walau ada saja orang tua siswa yang menginginkan lebih perhatian untuk anaknya sampai-sampai nyelonong masuk lingkungan sekolah demi memantau keadaan anaknya tiap detik. Hal ini membuat para guru risih dalam memberikan pengajaran di kelas karena ada sepasang mata yang terus memperhatikan dari balik jendela kelas. Lama-lama bukan sepasang mata yang tiap hari hadir tapi tidak ada tempat kosong dipinggir jendela karena sepasang mata yang lain ingin juga memantau anak-anak mereka. Akhirnya untuk menertibkan kondisi ini Pak Kasek beserta jajarannya menetapkan peraturan sekolah bahwa tidak ada lagi orang tua siswa yang terus menerus bertengger dilokasi kelas saat pembelajaran berlangsung kerena telah disediakan tempat khusus bagi yang ingin selalu menemui anaknya di sekolah.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Posting Komentar

Posted by Indonesi on 21 April 2015

Follow by Email and Facebook

<"http://www6.cbox.ws/box/?boxid=685322&boxtag=87eh9b&sec=main">
Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di Tamu 1 x 24 jam harap lapor !!! KLIK DISINI