home

PALESTINA TERKINI

Terjemah

NO SMOKING AREA ! (Bab 17)




BAB 17
Orang Tua Siswa/i tidak semuanya memahami peraturan sekolah ini (SDN 012 pagi) terutama masalah merokok, karena sebagian mereka menganggap lebih baik tidak makan daripada tidak merokok. Suatu hari salah seorang orang tua/wali siswa mengantar anaknya ke sekolah sampai pada depan ruang kelas dalam keadaan merokok. Ia tidak sadar bahwa sekolah itu ada larangan untuk merokok. Seenaknya saja tanpa ada rasa bersalah terus mengepulkan asap rokoknya. Tiba-tiba Pak Kasek melihatnya dan langsung saja dihampiri orang tua tadi seraya bertanya :
“Maaf pak, orang tuanya Robert ya?”
“ Oh ya betul pak Didik , ada apa ya pak ?“
“Sebentar pak…, siapa yah yang membuang puntung rokok ini ?” beliau sambil mengambil puntung rokok disamping tong sampah dan membuangnya.
“Oh maaf pak itu puntung rokok saya, tidak tepat sasaran saya membuangnya, maaf pak, biar saya yang ambil…” sambil menahan rasa malu. Pak Didikpun tersenyum.
Beberapa hari kemudian Pak Robert lupa kejadian tempo hari ketika Pak Didik mengambil puntung rokoknya. Kali ini diam-diam ia menengok kiri kanan karena takut diketahui Pak Didik. Iapun merokok diluar pintu masuk sekolah dan segera membuang puntung itu  di pot bunga. Tapi lagi-lagi dari belakang Pak Didik tanpa banyak bicara mengambil puntung rokok itu dan iapun menahan malu untuk kedua kalinya karena ia tahu bahwa Pak Didik sudah melihat wajahnya. Ia malu walaupun tidak berpapasan dengan Pak Didik tapi merek rokok itu sama. Pak Didik tersenyum seakan tanpa beban memungut setiap sampah yang dilaluinya. Pak Robert berjanji akan merokok di samping sekolah saja karena tempatnya aman dan sisa puntung rokoknya dilempar saja keatas genteng sekolah. Tetepi Pak Robert tidak melihat ada CCTV disetiap sudut sekolah untuk memantau setiap aktifitas siswa, guru dan karyawan.
“Asyik.. ga ada Pak Didik bisa bebas nich … ngepul lagi    akh…” ujar pak Robert sangat menikmati setiap tarikan isapan rokoknya.
Dari kantor Pak Didik menyaksikan pantauan CCTV sekolah dilihatnya seseorang merokok dibelakang sekolah tapi ia tidak tahu siapa yang merokok itu. Sampai selesai orang itu merokok dan membuang puntung rokoknya keatas genteng sekolah, segera saja beliau mengambil tangga dan menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara)  yang kebetulan berpapasan dengan Pak Robert. Pak Robert sangat terkejut hampir pingsan dan serba salah menatap pak Didik.
“Mau kemana Pak membawa tangga ?” Tanya Pak Robert bak wartawan laganya.
“Oh Pak Robert…, saya hendak mengambil puntung rokok diatas genteng” jawab Pak Didik dengan nada datar.
“Memangnya Bapak tahu ...?,  tahu darimana pak…?”  Tanya Pak Robert heran.
“Itu dipokok sana ada CCTV sekolah…” Pak Didik menunjuk dengan jari jempolnya dengan sopan.
Tanpa diintrogasi Pak Robert segera mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan merokok lagi dilingkungan Sekolah.
“Maaf Pak, beribu maaf…, yang ada di CCTV baru saja  adalah saya dan saya berjanji tidak akan merokok lagi dilingkungan Sekolah  …” Pak Robert memohon maaf kepada Pak Didik disertai muka yang memerah menahan malu.
“Alhamdulillah…terima kasih atas kesadaran Bapak, maaf Pak, saya akan ambil puntung itu”

 “oh ya silahkan…”

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Posting Komentar

Posted by Indonesi on 21 April 2015

Follow by Email and Facebook

<"http://www6.cbox.ws/box/?boxid=685322&boxtag=87eh9b&sec=main">
Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di Tamu 1 x 24 jam harap lapor !!! KLIK DISINI