home

PALESTINA TERKINI

Terjemah

PESANTREN… “BERSAHAJA” (Bab 21)




Indonesi yang saat itu berusia 13 tahun (jika 7 tahun satu juz telah dihafalnya kini ia sudah hafal 5 juz dari Al Qur’an yaitu juz 30, 29, 28, 27 dan juz 1),  tidak begitu ingat suasana kali pertama masuk ke Pesantren itu, yang jelas rombongan keluarga telah mengantarnya sampai di tempat tujuan dengan selamat. Ada rasa kehilangan yang mendalam setelah rombongan menyalaminya satu persatu. Lambaian tangan keluarga mengiringi perpisahan dengan Indonesi.
Seminggu sampai sebulan, air mata kesedihan itu menggelayuti setiap nafas Indonesi, apalagi saat menjelang tidur suasana yang sama ternyata juga dialami teman-temannya sesama santri baru yang mereka harus menempati kamar yang sama bahkan tak jarang yang histeris memanggil-manggil orang tuanya. Mereka teringat-ingat saat bersenda gurau di rumah, bermain-main dengan teman sekampung, nonton film Unyil dan Ipin Upin, On line di facebook, main game islami dan segudang kenangan indah di rumah. Apalagi bagi mereka yang sudah ditinggal orang tua selamanya seperti Indonesi.

Aktifitas demi aktifitas yang padat di pesantren mulai membiasakan Indonesi dan lambat laun melupakan kenangan-kenangan di rumah yang membuatnya sedih selama ini. Kini telah timbul semangat baru untuk menjalani hidup baru bersama-sama teman santri seperjuangan. Bangun pagi pukul empat, sholat tahajut dilanjutkan dengan shubuh berjama’ah di masjid pesantren, dzikir, tadarus Al Qur’an atau belajar membaca serta menghafalnya berlanjut dengan sarapan diantrian dapur umum yang sangat panjang, kemudian bersiap menuju sekolah untuk mempelajari disiplin ilmu agama, juga menerapkan kurikulum Departemen Pendidikan Negara Indonesia serta aplikasi pelajaran ketermpilan seperti komputer, berbahasa Inggris dan Arab di lab bahasa, beladiri, kaligrafi dan banyak lagi kegiatan di Pesantren. Sholat berjama’ah lima waktu wajib di masjid pesantren. Siapa saja yang terlambat maka mendapatkan konsekwensi tegas sesuai peraturan Pesantren, maka tidaklah mengherankan mereka para santri sudah duduk bersila membuat shaf atau barisan secara teratur sebelum azan tiba. Begitu pula usai sholat berjama’ah mereka membaca dzikir yang didzaharkan (dikeraskan) sebagai pembelajaran bagi santri baru. Pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris terutama pada percakapan sehari-hari sangat ditekankan sehingga santri diwajibkan hafal tiga kosakata dalam sehari. Suka duka dalam kehidupan Pesantren telah dilaluinya selama hampir sepuluh tahun.













Posted by Indonesi on 21 April 2015

Follow by Email and Facebook

<"http://www6.cbox.ws/box/?boxid=685322&boxtag=87eh9b&sec=main">
Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di Tamu 1 x 24 jam harap lapor !!! KLIK DISINI